Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minggu, 03 Februari 2013

Netanyahu: Ayah Saya Telah Ramalkan Tragedi 9/11

0 komentar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwaa ayahnya pernah memprediksikan serangan 11 September terhadap menara kembar World Trade Center New York pada tahun 1990-an.

Haaretz melaporkan bahwa pernyataan tersebut dilontarkan pada peringatan 100 tahun hari lahir ayah sang perdana menteri, Benzion Netanyahu, yang merupakan seorang sejarawan dan aktivis Zionis.

Perdana Menteri Israel tersebut menambahkan bahwa orang-orang yang tidak mengetahui masa lalu mereka tidak akan mengerti dan tidak akan mampu memprediksi masa depan mereka.

Pada tanggal 17 April 2008, harian Israel Maariv melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu, yang kala itu merupakan pemimpin Partai Likud, mengatakan kepada audiens di Universitas Bar Ilan bahwa Peristiwa 11 September 2001 menguntungkan Israel.

"Kami mendapat keuntungan dari satu hal, dan hal itu adalah serangan terhadap menara kembar dan juga Pentagon, serta perjuangan Amerika di Irak," kata Netanyahu kepada Maariv. Ia juga menambahkan bahwa kejadian tersebut "menggiring opini publik Amerika untuk keuntungan kami."

Tidak berapa lama kemudian, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengungkapkan keraguan atas kebenaran peristiwa 11 September, ia menyebut 9/11 hanyalah dalih yang sengaja diciptakan untuk menginvasi Afghanistan dan Irak.

"Dengan dalih itu, mereka (AS) menyerang Afghanistan dan Irak. Dan sejak saat itu, ada jutaan orang yang tewas, itu baru di Irak."

Menanggapi ancaman Iran, Netanyahu membandingkan Ahmadinejad dengan Adolf Hitler dan menyamakan program nuklir Teheran dengan ancaman Nazi terhadap Eropa pada akhir tahun 1030-an.

Netanyahu mengatakan bahwa ada satu hal yang membedakan Iran dengan Nazi. "Rezim Nazi memulai konflik global sebelum mengambangkan senjata nuklir," kata Netanyahu. "Rezim ini (Iran) mengembangkan senjata nuklir sebelum terlibat dalam konflik global."

Beberapa waktu lalu, Tim King dari situs Salem News menyebutkan: "Pemerintah AS memang ingin masyarakat percaya bahwa gedung-gedung tersebut ambruk karena lalapan api. Akan tetapi, dalam sejarah belum pernah ada api yang mampu meruntuhkan gedung pencakar langit. Jilatan api memang membakar hingga kerangka bangunan, tapi api tidak bisa meruntuhkan gedung."

"Anggap saja hal itu mungkin terjadi, maka menara kembar WTC menjadi bangunan yang paling tidak mungkin runtuh. Kerangka baja menara kembar tersebut tidak akan sampai ambruk, bahkan jika gedungnya sendiri runtuh."

"Ketika kami mulai menulis mengenai hal ini. Matt Lintz, desainer web kami, mengetahui adanya upaya-upaya Angkatan Udara AS untuk meretas situs Salem News."

Salem News menyebutkan bahwa mungkin setengah penduduk AS masih belum menyadari bahwa ada gedung ketiga yang juga turut runtuh pada tanggal 11 September 2001. Dan gedung tersebut tidak dihantam pesawat. Namun, dalam gedung tersebut terdapat banyak catatan yang berharga bagi industri keuangan.

Richard Gage, seorang arsitek asal San Francisco yang merupakan pendiri organisasi nirlaba Architecs & Engineers for 9/11 Truth, mengatakan: "Bagaimana mungkin baja seberat 200.000 ton tercerai berai dan roboh dalam waktu hanya 11 detik? Ribuan orang arsitek dan insinyur mempertanyakan hal tersebut, mereka menyerukan kepada Kongres untuk memerintahkan investigasi baru terhadap peristiwa runtuhnya menara kembar dan Building 7 (7 World Trade Center)."

"Untuk meruntuhkan bangunan semacam itu dalam waktu singkat, maka harus ada ledakan buatan di gedung tersebut. Dan ledakannya harus mengarah ke luar," kata Richard Gage, seorang arsitek asal San Francisco yang merupakan pendiri organisasi nirlaba Architecs & Engineers for 9/11 Truth.

Jeff Gates, seorang penulis di Salem News, mengatakan bahwa satu-satunya negara yang akan diuntungkan dari peperangan (pasca persitiwa 9/11) adalah Israel.

Sumber

Leave a Reply

 
KisahBagus.Blogspot.com © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here